LIGAUTAMA, SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengancam akan meluncurkan lebih banyak peluru kendali di atas wilayah Jepang.
Ancaman itu merupakan tanggapan Kim Jong Un Atas kecaman yang disuarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat.
Rudal jarak menengah Hwasong-12 yang dilepaskan Pyongyang selama kemarin merupakan bagian dari eskalasi ketengangan terkait program senjata yang di kembangkan korut.
Beberapa Pekan sebelumnya, Korut mengancam akan melepaskan peluru kendali di Wilayah Guam, dimana pengkalan militer As Berada.
Ancaman itu muncul, setelah presiden Donarld Trup mengatakan, Korut akan di landa api dan kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di muka bumi, jika melanjutkan program senjata nuklirnya.
Terakhir, Trump menegaskan, perundingan dengan korut bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan ini.
AS telah berbicara dengan Korea Utara, dan membayar uang pemerasan tersebut, selama 25 tahun. Berbicara bukan jawabannya.
Demikian pernyataan Trump yang di unggah melalui akun Twitter-nya seperti diberitahu AFP.
Sementara, Dewan keamanan PBB- yang telah memberlakukan tujuh set saksi terhadap Pyongyang, mengatakan tindakan Korut set sanksi terhadap Pyongyang, mengatakan tindakan korut telah melampaui batas.
Acaman yang ditebar Korut, menurut PBB bukan hanya bagi negara yang di lintasi rudal, tapi bagi seluruh negara anggota PBB.
Surat Kabar Rodong Sinmun, yang merupakan alat propoganda partai berkuasa di Korut. memuat lebih dari 20 gambar peluncuran di dekat Pyongyang.
Dalam salah satu gambar itu terlihat bagaimana Kim Jong Un terseyum lebar, dengan sebuah peta laur Pasifik Barat terpampang di atas mejanya.
Kim Jon Un terlihat dikelilingi oleh para pembantunya, yang juga terlihat tertawa. Mereka menengadahkan kepala ke atas, seperti menatap rudal yang naik ke udara.
Militer Korea Selatan mengatakan pada hari selasa bahwa rudal itu menempuh perjalanan sekitar 2700 kilometer, dan mencapai ketinggian maksimum 550 kilometer.
Disebutnkan, peluncuran kemarin merupakan peluncuran pendahuluan, dimana korut akan memasukkan Guam sebagai sasaran selanjutnya.
Pernyataan ini juga menjadi kali pertama bagi korut yang mengakui pengiriman rudal ke pulau-pulau Utama jepang.
Dua roketnya sebelumnya meluncur pada tahun 1998 dan 2009 namun pada kedua kesempatan tersebut Pyongyang berdalih yang dilepaskan adalah peluncuran pesawat luar angkasa.
Analis independem memasang gambar secara Online yang menunjuhkan bahwa peta Kim menunjuhkan jalur penerbagan rudal yang direncanakan sejauh 3.200 kilometer.
Hal itu menyiratkan bahwa rudal tersebut mungkin telah jatuh 500 kilometer lebih dekat dari jangkauan yang seharusnya.
Tentang analisa itu, Seorang pejabat pertahanan Korea Selatan mengatakan Kepada AFP, mereka masih menganalisis Citra Korut.
WHAT'S NEW?
Loading...



0 komentar:
Posting Komentar